Showing posts with label Programming. Show all posts
Showing posts with label Programming. Show all posts

2:43 PM

(0) Comments

Installasi Codeigniter(2)

Konfigurasi Basis Data
File konfigurasi untuk basis data terdapat didalam direktori system/application/config dengan nama file database.php. Disinilah kita dapat memasukan konfigurasi basis data sesuai dengan aplikasi basis data yang kita miliki, misalnya saja hostname temapt server basis data berada, nama basis data yang akan digunakan, nama user yang digunakan untuk mengakses basis data beserta passwordnya.

$active_group = "default";
$active_record = TRUE;

$db['default']['hostname'] = "localhost";
$db['default']['username'] = "[nama_user]";
$db['default']['password'] = "[password]";
$db['default']['database'] = "[nama_database]";
$db['default']['dbdriver'] = "[driver_database]";
$db['default']['dbprefix'] = "";
$db['default']['pconnect'] = TRUE;
$db['default']['db_debug'] = TRUE;
$db['default']['cache_on'] = FALSE;
$db['default']['cachedir'] = "";
$db['default']['char_set'] = "utf8";
$db['default']['dbcollat'] = "utf8_general_ci";
Keterangan:
$active_group=”default” , digunakan untuk memilih group koneksi ke basis data yang mana yang akan digunakan.
$active_record = TRUE, apakah akan me load active record class atau tidak.
$db['default']['hostname'] = "localhost", adalah nama host server database.
$db['default']['username'] = "[nama_user]", adalah nama user yang digunakan untuk mengakses database.
$db['default']['password'] = "[password]", adalah password user yang digunakan untuk mengakses database.
$db['default']['database'] = "[nama_database]", adalah nama database yang digunakan untuk menyimpan data.
$db['default']['dbdriver'] = "[driver_database]", adalah nama driver database yang digunakan, misalna adalah mysql.
$db['default']['dbprefix'] = "", nama prefix tabel, misalnya saja jika semua tabel berawalan "ci_" maka masukan value "ci_".
$db['default']['pconnect'] = TRUE , apakah akan menggunakan koneksi persistent ataukah tidak.
$db['default']['db_debug'] = TRUE, apakah akan menampilkan error ataukah tidak.
$db['default']['cache_on'] = FALSE, apakah akan menggunakan caching atau tidak.
$db['default']['cachedir'] = "", jika menggunakan caching maka tentukan direktori caching yang akan digunakan.
$db['default']['char_set'] = "utf8", character set yang akan digunakan untuk berkomunikasi dengan database.
$db['default']['dbcollat'] = "utf8_general_ci", character collation yang akan digunakan untuk berkomunikasi dengan database.

Alamat URL dalam CodeIgniter
CodeIgniter menghasilkan clean URL yang mudah dikenali oleh search engine dan manusia. Sebagai contoh :
www.nama-website.com/index.php/blog/post/
Dengan blog sebagai nama controller dan post adalah nama fungsi didalam controller blog. URL dalam CodeIgniter dibagi-bagi kedalam segment-segment dengan tanda slash (/) sebagai tandanya. Dalam contoh diatas blog adalah segment pertama dan post adalah segment kedua dan seterusnya.


Konfigurasi Routing
Konfigurasi routing digunakan untuk memetakan permintaan atau request kedalam class controller didalam website yang kita buat. Misalnya saja jika kita membuka alamat http://www.nama-website.com, permintaan tersebut tidak menyertakan nama controller apa yang ingin dibuka tetapi kita bisa secara default mengarahkannya agar secara otomatis akan membuka controller sesuai yang kita definisikan.
Untuk melakukan konfigurasi routing buka file konfigurasinya di direktori system/application/config dengan nama file adalah routes.php. Settingan utama yang ada adalah sebagai berikut :
$route['default_controller'] = "welcome";
$route['scaffolding_trigger'] = "";
Artinya secara default semua permintaan yang tidak menyertakan nama controllernya akan diarahkan untuk membuka controller “welcome”. Sehingga saat alamat http://www.nama-website.com dibuka secara otomatis akan membuka http://www.nama-website.com/index.php/welcome.
$route['scaffolding_trigger'] = "", digunakan jika ingin menggunakan fitur scaffolding. Kita diijinkan untuk membuat sebuah kata rahasia untuk keperluan mengakses basis data. Fitur ini nanti akan dibahas tersendiri pada bab
selanjutnya.
Beberapa contoh konfigurasi routing :
$route['default_controller'] = "blog";
Secara default semua permintaan tanpa menyertakan alamat controller akan diarahkan untuk membuka controller "blog".
$route['blog'] = "blog/hasil";
Jika membuka controller blog maka akan secara default mengarah ke fungsi "hasil".
Kita juga bisa memanfaatkan regular expression dalam melakukan konfigurasi routing ini.
$route['blog/:any'] = "blog/hasil";
Kata apapun yang diletakan setelah blog/ baik nama fungsinya ada atau tidak maka akan diarahkan untuk membuka fungsi "hasil".
$route['blog/([a-z]+)/(\d+)'] = "$1/id_$2";
Misalnya kita membuka alamat http://www.nama-website/blog/post/2 maka akan menghasilkan http://www.nama-website/blog/post/id_2.

sumber : http://codeigniter.com , http://iorme.net

Baca Selengkapnya..

9:16 AM

(0) Comments

Installasi CodeIgniter

Installasi CodeIgniter, karena merupakan salah satu framework berbasis website maka yang sebenarnya dilakukan dalam installasi ini adalah meng-copy folder aplikasi CodeIgniter kedalam DocumentRoot dari web server yang sudah di install terlebih dahulu(apache atau yg laen), bukan melakukan instalasi seperti pada aplikasi sistem.

Sebelum melakukan instalasi yang perlu dilakukan pertama kali adalah mendapatkan kode sumber dari CodeIgniter itu sendiri, jika tidak punya maka bagaimana mungkin bisa melakukan instalasi. CodeIgniter bisa di download http://www.codeigniter.com, versi terbaru saat ini adalah versi 1.7.1. Untuk melakukan instalasi cukup ektraks file hasil download, yaitu file CodeIgniter_1.7.1.zip, kemudian letakan folder hasil ekstrak tadi di
DocumentRoot web server, yaitu folder htdocs didalam direktori D:\xampp bagi yang menggunakan XAMPP di Windows atau di /var/www/html bagi yang menggunakan apache di linux. Folder hasil ekstraks tersebut bisa dirubah namanya agar memudahkan kita, misal di rename menjadi ci (default hasil ekstrak adalah CodeIgniter_1.7.1). Didalam folder tersebut ada 2 folder lagi yaitu system dan user_guide, silahkan saja untuk memindahkan folder user_guide ke tempat lain karena inti aplikasi ada di folder system.
Didalam folder system masih terdapat beberapa folder lain, yang akan sering kita akses adalah folder application karena di folder inilah script-script kita akan disimpan. Beberapa folder yang ada di dalam direktori system adalah :

1. application, di folder inilah kode-kode yang kita buat nantinya akan disimpan didalam folder yang sesuai. Model disimpan di folder models, Controller di folder controller dan View di folder views. Folder-folder yang terdapat di dalam direktori application adalah :
  • models untuk menyimpan model yang kita buat.
  • controller untuk menyimpan controller.
  • views untuk menyimpan view tampilan website.
  • config untuk menyimpan konfigurasi website yang akan kita buat. Mulai dari konfigurasi dasat, basis data, routing dan lain-lain.
  • error berisi file-file yang akan ditampilkan jika ada error pada script yang kita buat
  • libraries untuk menyimpan pustaka yang kita tambahkan atau pustaka buatan kita sendiri.
  • hooks untuk meyimpan hook yang kita buat.
2. cache, untuk meyimpan caching dari website.

3. codeigniter, berisi file-file yang akan me-load inti dari framework.

4. database, berisi class-class yang akan digunakan untuk bekerja dengan basis data, termasuk didalamnya driver-driver untuk beberapa server basis data yang didukung oleh CodeIgniter.

5. fonts, digunakan untuk menyimpan font yang nanti akan kita gunakan di dalam website.

6. helpers, berisi helper.

7. language, digunakan untuk menyimpan file-file dukungan bahasa.


8. libraries, berisi pustaka-pustaka yang disediakan untuk digunakan untuk pembuatan website.

9. logs, berisi file-file catatan yang mencatat log dari website kita.

10.plugins, untuk menyimpan plugin.

11.scafollding, berisi file-file untuk keperluan scafollding.
Setelah itu, misal foldernya bernama ci maka website bisa diakses lewat http://localhost/ci, tapi sebelum itu jangan lupa untuk melakukan sedikit modifikasi pada bagian konfigurasi CodeIgniter. Buka file system/application/config/config.php. Di file inilah konfigurasi dasar CodeIgniter disimpan. Yang perlu dirubah untuk instalasi awal ini adalah pada bagian base URL Setelah nanti kita siap membuat sebuah website yang sebenarnya maka akan banyak pengaturan yang harus dilakukan.
$config['base_url'] = "www.your-site.com";
Pada bagian www.your-site.com ganti dengan url anda. Karena saya hanya mencoba di localhost dengan nama folder ci, maka base URL nya saya ganti
menjadi :
$config['base_url'] = "http://localhost/ci/";
Base URL adalah URL default dari website yang kita buat, secara default URL tersebut akan selalu digunakan untuk pembuatan link di halaman website, tentu saja untuk link-link internal bukan link eksternal ke website lain. Setelah itu silahkan dibuka alamat http://localhost/ci.

Tampilan awal setelah CodeIgniter berhasil di install.
Instalasi sudah selesai dan sekarang kita siap membuat website menggunakan framework CodeIgniter.
tobe continue......
sumber : codeigniter.com,
iorme.net

Baca Selengkapnya..

8:48 AM

(0) Comments

Codeigniter??

Wah dah lama nih ga posting di blog, untuk melanjutkan postingan sebelumnya mengenai framework kali ini saya akan mencoba memposting contoh dari framework yaitu codeigniter.

Apa sih codeigniter itu?? 

Codeigniter merupakan salah satu framework dari sekian banyak framework PHP yang ada. CodeIgniter dikembangkan oleh Rick Ellis (http://www.ellislab.com).

Tujuan dari pembuatan framework CodeIgniter ini menurut user manualnya adalah untuk menghasilkan framework yang akan dapat digunakan untuk pengembangan proyek pembuatan website secara lebih cepat dibandingkan dengan pembuatan website dengan cara koding secara manual, dengan menyediakan banyak sekali pustaka yang dibutuhkan dalam pembuatan website, dengan antarmuka yang sederhana dan struktur logika untuk mengakses pustaka yang dibutuhkan. CodeIgniter membiarkan kita untuk memfokuskan diri pada pembuatan website dengan meminimalkan pembuatan kode untuk berbagai tujuan pembuatan website.

Ada banyak sekali framework PHP terus alasan apa kita memilih CodeIgniter bukan yang lain?? Berikut beberapa alasannya:



1. Gratis.

CodeIgniter dilisensikan dibawah lisensi Apache/BSD style open source license, ini berarti kita dapat menggunakannya sesuai dengan keinginan kita.

2. Berjalan di PHP versi 4 dan 5.

Sekarang ini PHP sudah mencapai versi ke 5, meskipun begitu masih banyak orang yang tetap menggunakan PHP versi 4, oleh sebab itu CodeIgniter dikembangkan agar tetap kompatibel dengan PHP versi 4 dandapat dijalankan pada PGP versi 5.

3. Ringan dan cepat.

Secara default CodeIgniter hanya berjalan dengan me load beberapa pustaka saja, dengan demikian hanya membutuhkan resource yang sedikit sehingga ringan dan cepat dijalankan. 
4. Menggunakan MVC.
CodeIgniter menggunakan lingkungan pengembangan dengan metode Model View Controller (MVC) yang membedakan antara logika dan presentasi/tampilan, sehingga tugas bisa lebih mudah dipecah-pecah.
Ada bagian yang khusus membuat tampilan dan bagian yang membuat core programnya.

5. Dokumentasi.

Salah satu hal yang bisa dijadikan barometer apakah sebuah aplikasi benar-benar dikembangkan atau tidak bisa dilihat dari dokumentasinya. Dalam hal ini CodeIgniter sangat luar biasa, terdapat dokumentasi yang sangat lengkap tentang semua hal yang ada dalam CodeIgniter. Mulai dari langkah instalasi sampai dokumentasi fungsi-fungsi nya tersedia. Adanya dokumentasi sangat memudahkan bagi pemula dalam mempelajari lingkungan pengembangan website dengan CodeIgniter.

Selanjutnya akan saya contohkan penggunaan dari codeigniter atau sering disebut dengan CI.

sumber: codeigniter.com, iorme.net

Baca Selengkapnya..

8:44 AM

(2) Comments

Model View Controller (MVC)

Setelah kemaren posting tentang framework, nah untuk kali ini masih ada kaitanya dengan framework juga yaitu arsitektur MVC (Model View Controller). Sebenarnya apa sech MVC itu? dan apa kaitannya dengan Framework? Nah kaitan MVC dengan framework adalah implementasi/penerapan MVC dapat dipermudah dengan menggunakan framework. MVC memisahkan antara logika pembuatan kode dengan pembuatan template atau tampilan website. Penggunaan MVC dalama pembuatan sebuah website akan menjadikan website tersebut lebih terstruktur dan lebih sederhana.

Secara sederhana konsep MVC terdiri dari tiga bagian yaitu bagian Model, bagian View dan bagian Controller. Didalam website dinamis setidaknya terdiri dari 3 hal yang paling pokok, yaitu basis data, logika aplikasi dan cara menampilkan halaman wesite. 3 hal tersebut direpresentasikan dengan MVC yaitu model untuk basis data, view untuk cara menampilkan halaman website dan controller untuk logika aplikasi.

1. Model
Merepresantiskan struktur data dari website yang bisa berupa basis data maupun data lain, misalnya dalam bentuk file teks atau file xml. Biasanya didalam model akan berisi class dan fungsi untuk mengambil, melakukan update dan menghapus data website. Karena sebuah website biasanya memnggunakan basis data dalam menyimpan data maka bagian Model biasanya akan berhubungan dengan perintah-perintah query SQL.

2. View
Merupakan informasi yang ditampilkan kepada pengunjung website. Sebisa mungkin didalam View tidak berisi logika-logika kode tetapi hanya berisi variabel-variabel yang berisi data yang siap ditampilkan. View bisa
dibilang adalah halaman website yang dibuat menggunakan HTML dengan bantuan CSS atau JavaScript.

3. Controller
Controller merupakan penghubung antara Model dan View. Didalam Controller inilah terdapat class dan fungsi-fungsi yang memproses permintaan dari View kedalam struktur data didalam Model. Controller juga tidak boleh berisi kode untuk mengakses basis data. Tugas controller adalah menyediakan berbagai variabel yang akan ditampilkan di view, memanggil model untuk melakukan akses ke basis data, menyediakan penanganan error, mengerjakan proses logika dari aplikasi serta melakukan validasi atau cek terhadap input.

Jadi secara singkat urutan dari sebuah request adalah sebagai berikut : user berhubungan dengan view, dimana didalam view inilah semua informasi ditampilkan. Saat user melakukan permintaan atau request, misal klik tombol maka request tersebut akan diproses oleh Controller. Apa yang harus dilakukan, data apa yang diinginkan, apakah ingin melihat data, atau memasukan data atau mungkin melakukan validasi data terlebih dahulu, semua diproses oleh Controller. Kemudian Controller akan meminta Model untuk menyelesaikan request, entah itu melakukan query atau apapun. Dari Model, data akan dikirim kembali untuk di proses lebih lanjut di dalam Controller dan baru dari Controller data akan ditampilkan di View.

sumber: jeni3 dan http://iorme.net

Baca Selengkapnya..

11:06 AM

(1) Comments

Apa Itu Framework?

Sebenarnya apa sih yang disebut dengan framework itu?? Framework dari segi bahasa dapat diartikan sebagai kerangka kerja atau bisa juga diartikan sebagai alat yang digunakan untuk membantu pekerjaan. Dalam hal pembuatan website maka framework dapat diartikan sebagai alat yang dapat digunakan untuk mempermudah pembuatan website.

Jika dalam pembuatan website menggunakan CMS maka kita tinggal menjalankan saja tidak perlu lagi memikirkan untuk menulis kode program sendiri, tetapi tidak demikian dengan framework. Menggunakan framework kita masih harus menulis kode, bedanya kode-kode yang kita tulis harus menyesuaikan dengan lingkungan framework yang kita gunakan. Memang konsekuensinya kita harus belajar lagi lingkungan pengembangan berdasarkan framework yang kita gunakan, tetapi hal itu akan terbayar setelah kita menguasai dan bisa menggunakan framework tersebut.

Sebuah framework selain menyediakan lingkungan pengembangan sendiri-sendiri juga menyediakan berbagai macam fungsi siap pakai yang bisa kita gunakan dalam pembuatan website. Sehingga tidak perlu kaget jika akan banyak kode atau fungsi yang terlihat tidak seperti biasanya, karena fungsi-fungsi tersebut merupakan fungsi bawaan framework dan bukan fungsi asli dari PHP. Fungsi tersebut terkadang merupakan pengembangan atau penyesuaian fungsi asli PHP agar lebih mudah digunakan atau agar lebih sesuai dengan kebutuhan pengguna.

Pada dunia PHP, sudah ada beberapa framework misalnya zend, cake php, codeigniter dan masih banyak lagi.

Baca Selengkapnya..

11:00 AM

(0) Comments

Pemrograman Client Server

Sebenarnya apa seh yang dimaksud dengan pemrograman client server itu?? Mungkin ada beberapakali saya ditanya mengenai itu. Nah berikut ini adalah definisi dari pemrograman client server yang pernah saya baca. Bagi yang baca dan mungkin lebih tau silahkan meninggalkan jejak d comment, biar kita bisa saling share hehehe...

Pemrogaraman yang sering digunakan dalam suatu jaringan adalah pemrograman model client/server. Konsep dari pemrograman tersebut sederhana, sebuah proses/aplikasi client melakukan permintaan untuk suatu informasi atau mengirim sebuah perintah ke suatu aplikasi server. Aplikasi server akan menerima permintaan dari client, kemudian memproses berdasarkan permintaan tersebut, dan akan mengembalikan sesuatu ke client sebagai suatu hasil dari pemrosesan yang sudah dilakukan.

Tugas dari server adalah melakukan listen untuk suatu koneksi, sedangkan client mencoba membuat koneksi ke server. Setelah koneksi terbentuk, hubungan pertukaran data antara client dan server diwakili dengan suatu stream input dan output.



Terdapat dua kelompok dalam pemrograman client/server berbasiskan TCP/IP, yaitu: kelompok pertama adalah aplikasi client/server yang sifatnya implementasi dari suatu protokol yang sudah didefinisikan oleh suatu RFC (Request For Comments). Contohnya adalah HTTP, FTP, SMTP dan sebagainya. Pembuatan aplikasi client/server tersebut, tinggal mengikuti RFC yang sudah ada sebagai bentuk implementasi RFC. Kelompok kedua adalah aplikasi client/server proprieatary. Aplikasi client dan server yang tidak perlu mengikuti aturan protokol yang sudah didefinisikan RFC tertentu. Pembuatan aplikasi tersebut dapat menggunakan mekanisme pertukaran data antara client dan server yang didefinisikan sendiri.

Untuk menyembunyikan penggunaan protokol pendukung aplikasi client/server berbasis TCP/IP, dibuatlah suatu antarmuka dan pustaka kelas atau fungsi yang disebut socket. Socket adalah sebuah abstraksi perangkat lunak yang digunakan sebagai suatu “terminal” dari suatu hubungan antara dua mesin atau proses yang saling berinterkoneksi. Di tiap mesin yang saling berinterkoneksi harus terpasang socket. Bahasa pemrograman yang mendukung socket adalah Java, VB, Delphi dll.


Baca Selengkapnya..

2:16 PM

(0) Comments

Memulai Struts2 Framework menggunakan Netbeans

Membuat Project Baru
Pilih File - New Project, pilih kategory Web - Web Application, klik Next
Ketikkan nama project dengan nama Struts2, klik Finish

Masukkan Library yang dibutuhkan ke dalam Project yang telah dibuat.
Klik kanan pada nama project - pilih Properties - Libraries - Add Jar/Folder.
Browse library-library berikut ini, kalau yg belum punya bisa download di sini:
1. common-logging.jar
2. freemarker.jar
3. ognl.jar
4. struts2-core.jar
5. xwork-2.x.jar
6. servlet-api.jar
Pilih Open - Ok

Edit file web.xml menjadi seperti berikut ini:


<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>

<web-app version="2.4" xmlns="http://java.sun.com/xml/ns/j2ee" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://java.sun.com/xml/ns/j2ee http://java.sun.com/xml/ns/j2ee/web-app_2_4.xsd">
<display-name>HelloWorld</display-name>

<filter>
<filter-name>struts2</filter-name>
<filter-class>org.apache.struts2.dispatcher.FilterDispatcher</filter-class>
</filter>

<filter-mapping>
<filter-name>struts2</filter-name>
<url-pattern>/*</url-pattern>
</filter-mapping>

<session-config>
<session-timeout>
30
</session-timeout>
</session-config>

<welcome-file-list>
<welcome-file>index.html</welcome-file>
</welcome-file-list>

</web-app>
Buat file index.html pada direktori Web Pages, klik kanan Web Pages - New - HTML



<!DOCTYPE HTML PUBLIC "-//W3C//DTD HTML 4.01 Transitional//EN">
<html>
<head> <title></title> </head>
<body>
<div align="center"> <center>
<table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="400">
<tr> <td><font color="#000080" size="5"><b>Meruvian.Org Struts 2 Tutor</b><br> &nbsp;&nbsp;&nbsp;</font></td> </tr>
<tr> <td> <ul> <li><a href="meruvian/HelloWorld.action">Struts 2 Hello World Application</a></li> </ul> </td> </tr> </table>
</center> </div> <p align="center">&nbsp;</p>
</body> </html>

Buat file struts.xml pada Source Packages, klik kanan Source Packages - New - XML Document atau File/Folder,pilih kategori XML - XML Document.


<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>

<!DOCTYPE struts PUBLIC "-//Apache Software Foundation//DTD Struts Configuration 2.0//EN"
"http://struts.apache.org/dtds/struts-2.0.dtd">
<struts>
<constant name="struts.enable.DynamicMethodInvocation" value="false" />
<constant name="struts.devMode" value="true" />
<package name="meruvian" namespace="/meruvian" extends="struts-default">
<action name="HelloWorld" class="org.meruvian.HelloWorld">
<result>/HelloWorld.jsp</result>
</action>
</package>
</struts>

Buat file HelloWorl.java pada Source Packages, klik kanan pada Source Packages - New - Java Class.. Kemudian Class Name = HelloWorld, Package = org.meruvian




package org.meruvian;
import com.opensymphony.xwork2.ActionSupport;
import java.util.Date;
public class HelloWorld extends ActionSupport {
public static final String MESSAGE = "Struts 2 Hello World Tutorial!";
public String execute() throws Exception {
setMessage(MESSAGE);
return SUCCESS;
}
private String message;
public String getMessage() {
return message;
}
public void setMessage(String message) {
this.message = message;
}
public static String getMESSAGE(){
return MESSAGE;
}
public String getCurrentTime(){
return new Date().toString();
}
}
Buat file HelloWorld.jsp
pada direktori Web Pages, klik kanan Web Pages - New - JSP..




<%@ taglib prefix="s" uri="/struts-tags" %>
<html> <head>
<title>Struts 2 Hello World Application!</title> </head>
<body>
<h2><s:property value="message" /></h2>
<p>Waktu Saat ini : <b>
<s:property value="currentTime" /></b>
</body> </html>
Jalankan Project
Klik kanan Nama Project - Clean and Build Project
Klik kanan Nama Project - Run Project

~ Selamat Mencoba ~

Baca Selengkapnya..

8:55 AM

(0) Comments

Penggunaan Smarty

Smarty dapat dijalankan pada webserver PHP4 atau lebih. Pada percobaan ini saya menggunakan Appserv yang d dalamnya terdapat Apache, PHP dan MySQL. Buatlah direktori coba pada C:/Appserv/www/ kemudian copy kan library smarty pada direktori tersebut, misal dengan nama libs. Buat direktori templates untuk menyimpan halaman HTML dan buat direktori templates_c untuk hasil kompilasinya.Untuk menjalankan smarty, diperlukan konfigurasi direktori smarty dalam PHP untuk menggunakan smarty, misalnya file berikut di simpan dengan nama config.php dan pada direktori C:/Appserv/www/coba:

<?php
//definisi smarty direktori
define('SMARTY_DIR','C:/Appserv/www/coba/libs/');
define('ROOT_DIR','C:/Appserv/www/coba/');
require(SMARTY_DIR.'Smarty.class.php');
$smarty = new Smarty;
$smarty->template_dir = ROOT_DIR.'templates/';
$smarty->compile_dir = ROOT_DIR.'templates_c/';
?>

Berikut ini adalah contoh sederhana listing program menggunakan smarty, misal di simpan dengan nama contoh.php :

<?php
$assign("nama", $contoh_nama);
$smarty->assign("greetings", "Welcome to MyWeb");
$smarty->display("contoh.tpl");
?>

Salah satu keunggulan smarty adalah tidak adanya kode HTML pada kode PHP. Kode HTML berada dalam file berekstensi .tpl, seperti yang ditunjukkan pada contoh di atas

$smarty->display("contoh.tpl")

Fungsi display digunakan untuk menampilkan template sesuai nama file tersebut. Dan file tersebut d simpan pada direktori templates yang ada pada direktori coba sesuai dengan konfigurasi yang telah d buat. Berikut ini listing dari contoh.tpl :

<html>
<body>
Hello {$nama}, {$greetings}.
</body>
</html>

Hasilnya :

Baca Selengkapnya..

9:49 AM

(0) Comments

Smarty Template Engine

Meskipun smarty dikenal sebagai template engine, tetapi smarty lebih cocok dikatakan sebagai template framework/ presentation framework. Hal ini disebabkan karena smarty memberikan kelengkapan yang memadai kepada desainer template dan programmer dengan semua hal yang berkaitan dengan layer presentasi dari sebuah aplikasi. Kata framework disini lebih di tekankan karena smarty bukanlah template engine yang simple dengan operasi penggantian tag saja. Walaupun cara tersebut dapat dilakukan untuk hal - hal yang sederhana, tapi fokus dari smarty adalah pada kecepatan dan perkembangannya dan juga kemudahan dalam memaintain atau mengelola performanya .

Smarty adalah template engine untuk PHP. Lebih spesifiknya, smarty mempermudah untuk mengatur pemisahan aplikasi bisnis dan content dari presentasi. Akan lebih tepat jika definisi tersebut terjadi untuk situasi di mana programmer aplikasi dan desainer templatenya memiliki peran yang berbeda, atau mereka adalah orang yang berbeda.


Baca Selengkapnya..