10:23 PM

(0) Comments

Kapankah kita bisa berkata cukup?

Jay

Kapankah kita bisa berkata cukup?
Hampir semua pegawai merasa gajinya belum bisa dikatakan sepadan dengan kerja kerasnya. Pengusaha hampir selalu merasa pendapatan perusahaannya masih dibawah target. Istri mengeluh suaminya kurang perhatian. Suami berpendapat istrinya kurang pengertian. Anak-anak menganggap orang tuanya kurang murah hati. Semua merasa kurang dan kurang.

Kapankah kita bisa berkata cukup? Cukup bukanlah soal berapa jumlahnya. Cukup adalah persoalan kepuasan hati. Cukup hanya bisa diucapkan oleh orang yang bisa mensyukuri. Tak perlu takut berkata cukup. Mengucapkan kata cukup bukan berarti kita berhenti berusaha dan berkarya. "Cukup" jangan diartikan sebagai kondisi stagnasi, mandeg dan berpuas diri. Mengucapkan kata cukup membuat kita melihat apa yang telah kita terima, bukan apa yang belum kita dapatkan. Jangan biarkan kerakusan manusia membuat kita sulit berkata cukup. Belajarlah mencukupkan diri dengan apa yang ada pada diri kita hari ini, maka kita akan menjadi manusia yang berbahagia.

Baca Selengkapnya..

10:02 PM

(0) Comments

Mburuh Maning

Jay

Setelah keluar dari Inspira di pertengahan bulan September kemaren, kini d awal bulan Oktober saatnya kembali bekerja di tempat baru dengan suasana baru rekan kerja baru, ya smuanya serba baru dech tapi tetap di kota yang sama hehe *Ngayogyakarto*

Hmm.. waktunya jadi buruh lg deh waktu libur dah selesai. Demi menjaga kelangsungan hidupku d sini ya gini deh sementara mburuh disit lah, sempat kepikiran untuk mandiri tp blm berani coz belm ada project yg mo d kerjain yang pasti adanya yg blm pasti smua hehe.. 

Jalani aja lah, aq jg masih butuh tambahan pengalaman. Semoga dapat menjadi pengalaman yang berharga dan mendapatkan yang terbaik.

SEMANGAT!!!

Baca Selengkapnya..

9:25 PM

(0) Comments

Solidaritas

Jay

,

Melihat di tv dari kemaren banyak banget penggalangan dana untuk gempa d Sumbar jadi inget lagunya SLANK yang judulnya SOLIDARITAS, kurang lebih liriknya sbb :

Mengapa Harus Tunggu Bencana
Baru Kita Percaya Kebesaran Tuhan
Mengapa Harus Tunggu Bencana
Tentara Datang Untuk Kemanusiaan
 
Mengapa Gak Setiap Hari
Berbuat Seperti Ini
 
Mengapa Harus Tunggu Bencana
Kita Rela Sisihkan Harta Untuk Sesama
Mengapa Harus Tunggu Bencana
Baru Kita Bersahabat Dengan Alam
 
 
Aku Menangis Lihat Hari Ini
Tapi Tersenyum Tatap Masa Depan Aaa
 
Apa Harus Tunggu Bencana ?
Baru Dunia Bisa Bersatu !!


Baca Selengkapnya..

9:36 PM

(0) Comments

Last Day @inspira

Jay

Hari ini tanggal 16 September 2009 merupakan hari terakhirku menjadi Programmer VAS and Content Development divisi GCP PT.Inspira Inovasi Indonesia yang sedang dalam masa transisi kepimilikan menjadi divisi GCP di PT. Gamatechno.

Banyak pengalaman yang telah aq peroleh dari tempat kerjaku ini, semoga ini bisa menjadi pengalaman berharga bagiku dan semoga ini dapat menjadi bekal bagiku untuk melangkah kedepan menuju masa depan yang lebih baik.

Hmm.. segini dulu aja lah dah ga ada ide buat nulis lg, ni aja dah lama bgt ga posting huehuehue..
Tetap Semangat!!! *menyemangatidirisendiri*

Baca Selengkapnya..

8:08 AM

(0) Comments

Four Steps to handle a problem

Jay

Four Steps to handle a problem :
Belajar 4 respon dalam menghadapi masalah :

Advocacy for Overcoming Difficulties
sebuah paradigma dalam mengatasi kesulitan-kesulitan hidup

1. FACE IT: - Hadapi, jangan melarikan diri
To look difficulties in the face instead of deceiving oneself by burying one’s head in the sand
Amati dan lihat secara tegas kesulitan-kesulitan itu daripada mencoba melarikan diri.

2. ACCEPT IT: - Menerimanya
To accept the fact of difficulties instead of blaming fate or other people
Lebih baik menerima kenyataan daripada mencari kambing hitam.

3. DEAL WITH IT: - Selesaikan sebaik-baiknya
To handle things with wisdom, and treat people with kindness and compassion
Atasi dengan kebijaksanaan dan perlakukan orang-orang dengan cinta kasih.

4. LET IT GO: - Biarkan saja
As long as one has done one’s best, it is not necessary to worry about gain or loss, success or failure
Sepanjang kita telah melakukan apa yang bisa kita lakukan, maka tidak perlu dikhawatirkan hasil akhirnya.

Baca Selengkapnya..